Pemuda Indonesia Berani Bersatu
Sorong,PW: Prajurit dan PNS jajaran
Korem 171/PVT Garnizun Sorong melaksanakan Upacara peringatan Hari Sumpah
Pemuda ke-89 tahun 2017 dengan Inspektur Upacara Kepala Staf Korem 171/PVT Kolonel Inf Dian Sundiana, S.E,M.M,
dihadiri oleh para Kasi Korem 171/PVT,
para Komandan Satuan dan Kabalak Aju jajaran Korem 171/PVT bertempat di
lapangan upacara Korem 171/PVT Jl. Pramuka No. 1 Sorong-Papua Barat, Sabtu
(28/10). Kita patut bersyukur atas sumbangsih para pemuda indonesia yang sudah
melahirkan sumpah pemuda.
Sudah
seharusnya kita meneladani langkah-langkah dan keberanian mereka hingga mampu
menorehkan sejarah emas untuk bangsanya. Namun, anehnya justru dengan berbagai
macam kemudahan yang kita miliki, justru lebih sering berselisih paham, mudah
sekali menvonis orang, mudah sekali berpecah belah, saling mengutuk satu dengan
yang lain, menebar fitnah dan kebencian. Seolah-olah kita dipisahkan oleh jarak
yang tak terjangkau, atau berada di ruang isolasi yang tidak terjamah, atau
terhalang oleh tembok raksasa yang tinggi dan tebal hingga tidak dapat ditembus
oleh siapapun.
Padahal,
dengan kemudahan teknologi dan sarana transportasi yang kita miliki hari ini,
seharusnya lebih mudah buat kita untuk berkumpul, bersilaturahim dan
berinteraksi sosial. Sebetulnya, tidak ada ruang untuk salah paham apalagi
membenci, karena semua hal dapat kita konfirmasi dan kita klarifikasi. Presiden
Republik Indonesia yang pertama, bung karno menyampaikan :"jangan mewarisi
abu sumpah pemuda, tapi warisilah api sumpah pemuda. Kalau sekadar mewarisi
abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa,
satu bangsa, dan satu tanah air.
Tapi ini
bukan tujuan akhir," Pesan yang disampaikan oleh Bung Karno ini sangat
mendalam khususnya bagi generasi muda Indonesia. Api sumpah pemuda harus kita
ambil dan terus kita nyalakan. Kita harus berani melawan segala bentuk upaya
yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kita juga harus berani
melawan ego kesukuan, keagamaaan dan kedaerahan kita. Ego ini yang kadangkala
mengemuka dan menggerus persaudaraan kita sesama anak bangsa. Kita harus berani
mengatakan bahwa Persatuan Indonesia adalah segala-galanya, jauh di atas
persatuan keagamaan, kesukuan, kedaerahan, apalagi golongan.
Mari kita
cukupkan persatuan dan kesatuan indonesia. Stop segala bentuk perdebatan yang
mengarah pada perpecahan bangsa. Kita seharusnya malu dengan para pemuda 1928
dan juga kepada Bung Karno, karena
masih harus berkutat di soal-soal ini. Sudah saatnya kita melangkah ke tujuan
lain yang lebih besar, yaitu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia. Patut bersyukur dan berterima kasih kepada bapak
presiden republik indonesia, Bapak Ir. H Joko Widodo
yang memberikan perhatian yang sangat
besar terhadap pembangunan kepemudaan indonesia.
http://peloporwiratama.co.id/2017/10/28/upacara-peringatan-hari-sumpah-pemuda-tahun-2017-di-korem-171pvt/
