SORONG. - Keberadaan Babinsa di wilayah binannya diharapkan dapat membantu mengatasi kesulitan dan permasalahan warga binaannya dalam skala besar maupun sekecil apapun, hal inilah yang sedang dilakukan oleh Babinsa Koramil 1802-06/Beraur Sertu Melky P. Wapay yang dengan cepat dan tanggap dalam mediasi permasalahan kesalah pahaman antar warga binaannya dengan pemerintah di Kampung Klabot Distrik Klabot Kabupaten Sorong, Rabu (27/11/2019).
Akibat kesalah pahaman tersebut berimbas terjadinya pemalangan gedung sekolah SMA Negeri 11 Tanah Klabra yang di palang oleh pihak Keluarga yang merasa belum menerima uang sirih pinang dari pihak pemerintah Kabupaten Sorong.
Sekolah adalah tempat proses belajar mengajar yang tidak boleh terhenti, untuk itu, Babinsa merasa terpanggil untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Dengan melakukan kordinasi dengan kepala Distrik Klabot dan negosiasi dengan pihak keluarga (yang melakukan pemalangan) yang diwakili oleh Bapak Yohanes Momot dan Bapak Markus Momot.
Dari hasil negosiasi, bahwa kurangnya penjelasan dari pihak keluarga kepada pihak keluarga lain (yang melakukan pemalangan) bahwa uang sudah diterima sehinga keluarga yang lain tidak mengetahinya. Kepala Distrik bersama bapak Septinus Momot selaku yang dituakan di pihak keluarga (yang melakukan pemalangan) akan memanggil pihak keluarga yang telah menerima uang untuk memberikan penjelasan kepada pihak keluarga (yang melakukan pemalangan) lainnya. Dengan adanya penjelasan tersebut akhirnya pihak keluarga (yang melakukan pemalangan) lainnya dapat menerima dan dengan sukarela membuka palang gedung SMA Negeri 11 Tanah Klabra.
“Permasalahan ini kami harapkan dapat berjalan dengan lancar dan baik, tanpa adanya rasa emosional dan saling bersikeras dengan pendapat masing-masing. Kami sangat mengapresiasi atas kehadiran kedua belah pihak yang bersengketa dan para keluarga yang menjadi saksi, karena tanpa adanya musyawarah seperti ini, tentunya permasalahan ini bisa masuk ke dalam ranah hukum”, pungkas Sertu Melky P. Wapay.
Marilah kita bersama-sama menciptakan kerukunan antara warga, dengan harapan tidak menimbulkan permusuhan maupun perselisihan, melalui musyawarah tentunya setiap permasalahan dapat di pecahkan bersama sama secara kekeluargaan. Alhasil dengan hidup rukun dan damai segala usaha dan pekerjaan kita akan lancar tanpa ada suatu hambatan apapun yang dapat mendukung segala rencana pembangunan kampung ini, tutupnya.
Cari Blog Ini
Rabu, 27 November 2019
