Sorong, 05 Desember 2019. Komandan Lantamal
XIV Brigjen TNI (Mar) Suaf Yanu Hardani beserta
seluruh prajurit upacara dalam rangka memperingati hari Armada RI Tahun 2019 dengan
tema "Armada Sebagai Pengawal Samudera Siap Mewujudkan Prajurit Pejuang,
Profesional, dan Militan”. Bertempat di
Lapangan Mako Armada III Jl. Bubara No. 01, Kota Sorong, Prov. Papua Barat. Bertindak
selaku inspektur upacara Panglima Koarmada III Laksamana Muda TNI I N.G. Ariawan, S.E, M.M.
Amanat
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana
TNI Siwi Sukma Adji, S.E.,M.M., yang dibacakan oleh inspektur upacara, intinya “Bahwa
dalam menyikapi kemajuan teknologi serta menghadapi tensi tantangan ke depan,
TNI Angkatan Laut harus memperkuat kemampuan sumber daya manusia yang dimiliki
dengan terus mengembangkan kreativitas dan inovasi, tidak hanya sebagai
pengawak sistem kesenjataan yang modern, tetapi juga personel yang mengarahkan
adaptasi inovasi. Guna
menjawab semua tantangan yang tidak menentu, TNI AL melakukan pembangunan
postur yang kuat, profesional dan modern yang diikuti dengan melakukan validasi
organisasi. Salah satunya adalah dengan telah disetujuinya di dalam Peraturan
Presiden Nomor 66 tahun 2019 tentang
Komando Armada RI, maka Komando Armada RI akan membawahi tiga Komando Armada
baik Koarmada I, Koarmada II dan Koarmada III. Diharapkan dengan terbentuknya
organisasi baru ini, maka respon cepat terhadap segala bentuk ancaman negara
dapat dilaksanakan dengan tepat dan cepat.”
Lebih
lanjut “Sejalan dengan pembangunan postur kekuatan
Angkatan Laut, maka diperlukan suatu konsep operasi dan gelar kekuatan Angkatan
Laut yang optimal disertai oleh tingkat kesiapan operasional yang tinggi. Untuk
itu, pemenuhan kekuatan pokok minimum pada Renstra
berikutnya diarahkan pada perencanaan pembangunan kekuatan yang berbasis pada
perpaduan antara perencanaan yang berdasarkan kemampuan (capability based plan) dan berdasarkan ancaman (threat based plan) dengan
mempertimbangkan kemampuan anggaran pertahanan negara (budget based plan). Rencanakan
pembangunan kekuatan Angkatan Laut pada Renstra
ketiga atau MEF kedua pada tahun 2020-2024 ini akan memprioritaskan kesiapan
operasional sebagai jawaban terhadap kebutuhan pertahanan negara, yang dititik
beratkan pada interoperabilitas trimatra terpadu TNI. Hal ini membutuhkan
keselarasan antara kuantitas atau jumlah alutsista yang dimiliki dengan capaian
kualitas dari alutsista itu sendiri, yang dipadukan dengan kualitas
profesionalisme personel beserta organisasinya, dalam bentuk kekuatan yang siap
dioperasionalkan atau disebut juga dengan operational
ready force. Kesiapan operasional ini hanya dapat dicapai dengan penerapan
manajemen logistik terpadu yang didalamnya juga menerapkan mekanisme implementasi life cycle cost yang tepat
guna. adapun strategi pembinaan kekuatan tni angkatan laut meliputi
modernisasi, rematerialisasi, revitalisasi, relokasi dan penghapusan. Dalam pembangunan kekuatan
Angkatan Laut harus selaras dengan peningkatan profesionalisme yang diikuti
dengan kesejahteraan prajurit. Sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk
membangun sumber daya manusia yang unggul, maka peningkatan profesionalisme prajurit
juga menjadi prioritas utama TNI AL dalam renstra kedepan.”
Hadir dalam kegiatan
tersebut Pangdam XVIII/KSR Mayjen TNI Yoppye Onesimus Wayangkau, Bupati
Kab.Sorong Dr. Jhony Kamuru,SH.M.Si, Wakil Walikota
sorong dr.Hj. Pahima Iskandar, Kabinda Papua Barat Brigjen TNI Hardani
Lukitanta Adi, Danrem 181/PVT Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono.,MA, Kaskogabwilhan
III Laksda TNI Dadi Hartanto, M.Tr.(Han), Danpasmar 3 Brigjen TNI (Mar) Amir
Faisol S.Sos.,M.M, Danguspurla Koarmada III Laksma TNI Rudhi Aviantara IH.,
S.E, M.Si. M.Tr.(Han), Danguskamla Koarmada III Laksma TNI Taat Siswo, Danlantamal
IX Laksma Budi Purwanto, Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Heri Rudolf Nahak, Wadan
Lantamal XIV Kolonel Laut (P) Robertus T Waskito, S.E.,M.M., serta tamu pejabat undangan lainnya.
DISPEN LANTAMAL XIV
