Sorong. – Kodim 1802/Sorong menerima
kunjungan kerja Kasdam XVIII/Kasuari Brigjen TNI Fery Zain beserta rombongan
disambut langsung oleh Dandim 1802/Sorong Letkol Inf Budiman
S.E.,M.I.Pol.,M.M., dan seluruh anggota kodim 1802/Sorong bertempat di Aula Pandu
Sakti Makodim 1802/Sorong, Jumat (24/01/2020).
Kasdam, mengucapkan terima kasih dan bangga
kepada prajurit Kodim 1802/Sorong yang telah setia menunggu kedatangannya.
"Kedatangan saya untuk bersilaturahmi dengan seluruh prajurit Kodim
1802/Sorong agar dapat mengenal lebih dekat."
Dalam pengarahan Brigjen TNI Fery Zain
mengatakan kedatangan saya kesini yang pertama adalah memperkenalkan diri
sebagai pejabat baru kasdam XVIII/Kasuari dan ada beberapa hal terkait dengan
kebijakan Panglima TNI di dalam pembinaan teritorial. Satuan pembinaan
teritorial saat ini yang masih dalam proses tumbuh berkembang kalau umumnya
sudah lama karena Kodam kita baru jadi muda lagi tiga tahun umurnya. Terang
Kasdam.
Kodam XVIII/Kasuari yang kondisinya sekarang
baru enam Kodim dari Kodim Sorong ini menjadi tiga Kodim, itu salah satu
contoh, jadi wilayahnya Kodim Sorong ini nanti dibagi tiga ada Kodim lama,
Kodim maybrat dan Sorong Selatan. Papua barat ini hampir sama dengan satu pulau
Jawa satu pulau Jawa oleh karena itu kebijakan Panglima kita untuk mempercepat
atau akselerasi pembinaan teritorial maka harus dikembangkan organisasi ini,
koramil harus diperbanyak kodim harus ditambah koramil dulu diperbanyak baru
kodimnya didirikan.
Sekarang sudah datang penebalan satgas
sebanyak 700 orang yang sebelumnya 408 jadi sudah 1000 lebih orang dari
berbagai kodam untuk membantu bapak-bapak di sini sekalian, diharapkan mengisi
koramil persiapan kemudian koramil itu berdiri kodim persiapannya, ini harapan
kebijakan bapak Panglima juga daerah-daerah yang kosong itu harus kita duduki.
Mencakup papua dan papua barat itu tiga kali
pulau Jawa makanya beliau menyampaikan bahwa banyak daerah yang kosong sehingga
banyak masyarakat masyarakat di daerah pedalaman yang tidak terbina oleh TNI
maupun Pemda, akhirnya dibina oleh kelompok kelompok separatis dibina oleh
orang-orang pro kemerdekaan karena memang mereka tidak pernah tersentuh
pembinaan pemerintah.
Lanjut Kasdam, tingkatkan pembinaan teritorial sesuai dengan
keinginan pimpinan kita, bagaimana mengaplikasikan seluruh daya upaya untuk
melaksanakan serbuan teritorial agar seluruh kegiatan binter terlaksana dengan
spektakuler kemudian bagaimana seorang Babinsa harus lebih awal untuk
mengetahui apa yang terjadi di wilayahnya yang dalam hal ini lebih peduli atau
selalu mengutamakan komunikasi dengan semua elemen yang ada di wilayahnya yaitu
melalui metode Binter (Komunikasi Sosial, Bintahwil dan Bhakti TNI).
Dengan cara ini kita yakin masyarakat akan
makin sejahtera juga masyarakat akan semakin mencintai republik ini ini harapan
kita kedepannya. Selalu pedomani 8 wajib TNI, bersikap ramah tamah terhadap
rakyat perlu kita tingkatkan dan evaluasi kalau kita tidak mau menyapa bertegur
sapa bagaimana kita mau meningkatkan ramah tamah, bersikap sopan santun
terhadap rakyat, kalau itu kita tidak bisa laksanakan maka pembinaan tidak akan
berhasil, kalau kita tidak mau berkomunikasi bersikap ramah tamah bersikap
sopan santun apa yang di sampaikan oleh delapan wajib TNI itu prakteknya tidak
dilaksanakan maka akan percuma. Tegasnya.



