Sorong, 15 Januari 2020. Prajurit Lantamal XIV
peringati hari Dharma Samudra yang dilaksanakan secara bersama upacara penaikan
bendera Merah Putih dan tabur bunga, pada upacara Tabur Bunga di laut dalam
rangka peringatan Hari Dharma Samudera di geladak KRI Teluk Lada-521 dipimpin langsung oleh
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) III Laksda
TNI I N.G. Ariawan, S.E., M.M., pada waktu yang sama upacara penaikan bendera Merah Putih
memperingati Hari Dharma Samudera di lapangan upacara Mako Koarmada III bertindak selaku Inspektur Upacara
Kepala Staf Koarmada III Laksma TNI
Maman Firmansyah bertempat di Jl.
Buabara No. 01, Kota Sorong, Prov. Papua Barat.
Kepala Staf Angkatan
Laut (Kasal), Laksamana TNI Siwi Sukma
Adji, S.E., M.M., dalam amanat tertulis yang dibacakan KS Armada III “Pertempuran
Laut Arafuru yang terjadi pada tanggal 15 januari 1962 merupakan peristiwa
heroik dalam sejarah Angkatan Laut kita yang ditunjukkan pelaut-pelaut kita
dibawah kepemimpinan Komodor Yos Sudarso. “Sebagai Prajurit Laut, beliau
menunjukkan keteladanan dan inspirasi kepemimpinan dalam melaksanakan tugas
yang diemban. sifat rela berkorban dan ikhlas dalam bekerja merupakan
nilai-nilai luhur yang ditunjukkan dalam peristiwa tersebut,” tegasnya.
Lebih lanjut, “pertempuran
yang kita hadapi saat ini dalam mewujudkan kedaulatan dan keutuhan wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak banyak berubah, namun hanya
menunjukkan karakter pertempuran yang berbeda. Segala tantangan menyangkut
batas laut teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi pekerjaan
rumah bagi pemerintah Indonesia dan khususnya TNI Angkatan Laut. Oleh sebab
itu, nilai-nilai kejuangan Komodor Yos Sudarso dan pelaut-pelaut tersebut wajib
diwarisi oleh seluruh prajurit TNI Angkatan Laut saat ini, yaitu agar tetap
tegar dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.”
Dicatat oleh sejarah,
bangsa Indonesia pernah berjuang membebaskan Irian Barat dari tangan penjajah
Belanda untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Dalam pembebasan tersebut
terjadi pertempuran di Laut Aru antara Angkatan Laut RI dengan Angkatan Laut
Kerajaan Belanda. Pada pertempuran yang tidak seimbang itu, KRI Macan Tutul
dengan awaknya dipimpin Komando Senior Officer Present Afloat (SOPA) Komodor
Yos Sudarso melakukan perlawanan sengit meskipun akhirnya tertembak dan
tenggelam bersama prajurit terbaik ALRI yang gugur 15 Januari 1962.
Peristiwa tersebut,
menorehkan tinta emas dalam sejarah nasional perjuangan bangsa Indonesia oleh
prajurit-prajurit laut dalam menegakkan kedaulatan NKRI, oleh karena itu
Pimpinan TNI AL, menetapkan bahwa setiap tanggal 15 Januari diperingati sebagai
Hari Dharma Samudera.
DISPEN LANTAMAL XIV
