Sorong, Papua Barat.– Bintara Pembina Desa (Babinsa)Koramil 1802-06/Beraur, memotivasi
petani untuk menanam singkong sebagai wujud ketahanan pangan di tengah pandemi
virus corona baru atau Covid-19 di lahan milik Ibu Nelce di Kampung
Klawana , Distrik Klamono , Kabupaten Sorong. Sabtu (07/11/2020).
"Penanaman
singkong ini bertujuan memberikan solusi di masa pandemi Covid-19 kepada warga
agar dapat menambah penghasilan," kata Babinsa.
Adapun luas areal
penanaman singkong mencapai 1 hektare dengan mengajak masyarakat memanfaatkan
lahan tidur agar produktif dengan menanam singkong.
"Untuk
mendapatkan hasil atau produksi maksimal dalam penanaman singkong, harus
diperhatikan dalam penyiapan lahan, pemilihan bibit yang baik, jarak tanam,
penyiangan rumput hingga pemupukan dengan waktu yang tepat," ujarnya.
Menurut dia, jika
proses penanaman singkong ini dilakukan dengan baik mulai dari pengolahan
lahan, pemilihan bibit, cara tanam, penyemprotan rumput hingga pemupukan
dilakukan dengan tepat guna, maka dalam waktu enam sampai tuju bulan telah
memasuki musim panen.
"Panen singkong
dapat mencapai hingga 30 ton dalam satu hektare. Inilah yang akan menjadi
sumber penghasilan baru bagi masyarakat Kampung Klawana," katanya.
Salah seorang petani Ibu Nelce berkeinginan untuk
mengganti tanaman lada di kebunnya menjadi tanaman singkong setelah melihat
prospek lahan yang telah ditanami singkong.
"Pengerjaannya mudah, tidak ribet, dan hasil panennya sangat menjanjikan
untuk petani. Tetapi pada awal penanaman kita harus menjaganya dari gangguan
babi hutan atau biasa di sebut gadok," ujarnya.
Dikatakan, penyiapan lahan ubi kayu ini sebagai alternatif bahan pangan di masa
pandemi khususnya di Kabupaten Nagan Raya.
Menurut dia, saat ini pemerintah sudah memberlakukan kebijakan normal baru yakni dengan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar kesehatan yang sebelumnya tidak ada sebelum pandemi.
