Proses sidang penentuan akhir (Pantukhir) ini dikawal langsung oleh Aspers Dankodaeral IX, Kolonel Laut (KH) Rojilun mewakili Komandan Kodaeral lX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H. guna mendampingi para calon siswa (Casis) perwakilan terbaik dari Maluku, Panda Kodaeral IX.
Seluruh tahapan pengujian, baik di tingkat daerah hingga pusat, dilakukan dengan standardisasi tinggi untuk memastikan pemenuhan kualifikasi personel yang siap mengabdi di medan tugas.
Berdasarkan hasil tes tingkat pusat di Lapetal, dari 24 Casis Caba Pria Panda Kodaeral IX yang dikirimkan, sebanyak 19 personel dinyatakan Lulus dan akan melanjutkan pendidikan militer di Puslatdiksarmil Kodiklatal, sementara lima peserta lainnya belum memenuhi kualifikasi aspek kesehatan (TMS Kes).
Sementara itu, untuk kategori Caba Wanita (Cabawan), dari empat Casis yang dikirim, sebanyak tiga perserta dinyatakan Lulus, dan satu personel dinyatakan TMS Kes.
Komandan Kodaeral IX di Mako Kodaeral lX secara khusus mengucapkan selamat kepada para pemuda Maluku yang telah dinyatakan lulus seleksi Caba TNl AL Gelombabg ll TA. 2026.
"Selamat menjalani pendidikan, tingkatkan semangat, disiplin, jaga kesehatan kalian selama menjalani pendidikan, jadilah prajurit Jalasena yang tanggap, tanggon, dan trengginas bagi kejayaan TNI AL di masa depan," terangnya.
Sementara itu bagi para Casis yang belum berhasil lolos pada gelombang ini, Kodaeral IX memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi, kerja keras, dan disiplin yang telah ditunjukkan selama proses seleksi.
"Kegagalan di fase akhir seleksi pusat tentu menjadi hal yang berat bagi anak-anaku yang telah berjuang sejauh ini. Namun, hal ini bukanlah akhir dari segalanya," terangnya.
Evaluasi kesehatan yang menjadi kendala kali ini lanjutnya, merupakan catatan berharga untuk diperbaiki dan dipersiapkan dengan lebih matang di masa depan.
"Bagi Casis yang belum terpilih, tetap jaga semangat, pelihara kondisi fisik dan mental, serta jangan berkecil hati. Pengabdian kepada bangsa dan negara memiliki banyak dimensi, dan kesempatan untuk kembali berkompetisi di gelombang berikutnya masih terbuka lebar. Kegagalan hari ini adalah sukses yang tertunda bagi mereka yang menolak untuk menyerah," pungkasnya.
