Kegiatan tersebut meliputi verifikasi lapangan, pengukuran panjang, lebar, serta perhitungan volume pekerjaan yang akan diusulkan dalam program TMMD mendatang. Pengecekan dilakukan secara detail guna memastikan kondisi lapangan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memenuhi syarat untuk dijadikan sasaran pembangunan.
Bati Staf Ter Peltu Sutarto menjelaskan bahwa survei lapangan merupakan tahapan penting dalam proses pengajuan program TMMD. Data yang diperoleh dari hasil pengecekan akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan oleh warga.
“Melalui pengecekan ini, kami ingin memastikan bahwa sasaran fisik yang diusulkan memiliki manfaat besar bagi masyarakat dan layak untuk dilaksanakan dalam program TMMD Tahun Anggaran 2027,” ujarnya.
Program TMMD sendiri merupakan wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah serta meningkatkan kesejahteraan warga. Diharapkan, melalui proses verifikasi yang matang, program TMMD 2027 nantinya mampu menghadirkan pembangunan yang tepat sasaran, bermanfaat, dan berdampak langsung bagi kemajuan desa.
