KOMITMEN TERHADAP PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK, POLDA PAPUA BARAT GELAR LOKAKARYA - Papua News Day

Breaking News

Cari Blog Ini

Sabtu, 21 Oktober 2017

KOMITMEN TERHADAP PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK, POLDA PAPUA BARAT GELAR LOKAKARYA

Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja, foto bersama narasumber
Sorong,PW: Sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari kesatuan gerak Bhayangkari ke 65, Polda Papua Barat menyelenggarakan lokakarya “ Komitmen Polisi dan Bhayangkari Papua Barat terhadap  Perlindungan Perempuan dan Anak”. Mengingat masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Papua Barat, ibu-ibu Bhayangkari diharapkan bisa ikut mensosialisasikan keadilan gender di lingkungan sekitarnya, termasuk mencegah dan mengatasi kekerasan terhadap perempuan, baik dirumah tangga maupun di lingkungan kerja. Peserta Lokakarya adalah anggota Bhayangkari Papua Barat dan perwakilan anggota polisi dari sembilan polres di Papua Barat.

“Lokakarya ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada anggota polisi dan Bhayangkari tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak, sehingga pada akhirnya tercipta lingkungan yang semakin ramah perempuan dan anak di seluruh Papua Barat”, kata Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja. Ketua Bhayangkari Polda Papua barat Josefina Purnawirati Rodja, mengatakan para anggota Bhayangkari di Papua Barat yang sangat banyak bisa menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, sehingga warga masyarakat semakin terlibat dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Atas keprihatinan selalu meningkatnya angka Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, maka Bhayangkari menggandeng Padepokan Perempuan GAIA. Padepokan Perempuan GAIA adalah Organisasi Perempuan berbasis di Yogyakarta yang selama 21 tahun telah melakukan advokasi dan pelatihan terkait Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan Indonesia.

Narasumber pelatihan adalah Sarwitri, mantan staff Komnas Perempuan dan Birgitta Elna, pengacara dan pegiat perempuan yang keduanya aktif sebagai di organisasi Padepokan Perempuan GAIA. Menurut Sarwitri, kasus kekerasan fisik dan seksual terhadap anak di Papua dan Papua Barat yang tercatat selama 2016 adalah 2.000 kasus. ”Namun ini hanya yang dilaporkan. Seperti halnya di semua daerah lain, kasus yang terjadi pasti lebih banyak, seperti halnya fenomena gunung es”, kata sarwitri. Birgitta Elna menambahkan keluarga adalah benteng pertama dan terkuat untuk mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. ”Rumah Tangga yang sehat dan ramah anak adalah syarat penting bagi tumbuhnya pribadi mandiri yang bisa yang bisa menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sosial yang kondusif bagi perempuan dan anak”, katanya.

http://peloporwiratama.co.id/2017/10/21/komitmen-terhadap-perlindungan-perempuan-dan-anak-polda-papua-barat-gelar-lokakarya/